|
| ITS Dukung Program 10.000 Sepeda |
| Posting: 03 Feb 2009 |
SURABAYA | SURYA-Akbar Romadani kini tidak harus berjalan lagi untuk berangkat ke sekolahnya, SDN Larangan Sidoarjo. Bocah kelas lima yang tinggal di desa Sido Wayah Sidoarjo itu kini mendapat sepeda gratis dari konsorsium Sepeda Untuk Sekolah (SUS), Minggu (1/20).
Rektor ITS membantu siswa mencoba sepeda baru bantuan Konsorsium SUS (Dok. SUS) Tidak hanya Akbar, empat siswa dari SMPN 2 Sukodono Sidoarjo, SDN Larangan Sidoarjo, SMPN 3 Sidoarjo, SDIT Ghilmani Surabaya, dan SDN Simomulyo Surabaya, juga menerima sepeda yang sama. Mereka ini mewakili 100 pelajar SD dan SMP yang mendapat bantuan sepeda dari program Gerakan Sejuta Sepeda Untuk Sekolah yang digalang konsorsium SUS.
Pemberian sepeda secara simbolik dilakukan oleh Wali Kota Surabaya Bambang DH, Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo, Sekjen Klub Guru Mohammad Ihsan dan wakil Bike To Work Surabaya di depan gedung Rektorat ITS. Sebelumnya acara itu diawali dengan kegiatan sepeda santai dari Taman Bungkul hinga Kampus ITS Sukolilo.
SUS sendiri merupakan program yang digalang oleh konsorsium yang terdiri dari Klub Guru, Center for the Betterment of Education (CBE), Bike to Work (B2W), ITS, Ikatan Alumni UI (Iluni), IKA ITS, dan Pertamina. Program ini lahir sebagai upaya membantu anak-anak sekolah dari golongan tidak mampu secara nasional dengan semangat save education, save children, save planet.
“Sekarang ini secara nasional telah ada 1.300 sepeda yang akan dibagikan. Kami berharap akan ada anggota konsursium baru lagi, sehingga sepeda yang dibagikan bisa lebih banyak,” ujar Mohammad Ihsan yang juga menjabat sebagai sekretaris konsorsium. Selain 100 sepeda yang diberikan, dalam waktu dekat akan ada penyerahan 40 sepeda untuk pelajar Gresik.
Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo menyatakan dukungan pada program SUS. Hal ini tidak lepas dari misi ITS turut mendukung penyelamatan lingkungan dan peningkatan dunia pendidikan. “Kami siap mendukung program ini, bahkan jika diperlukan bisa mengkoordinir proses pembuatan sepeda lewat pengembangan usaha kecil,” ujar Probo yang mendukung rencana penyediaan 10.000 sepeda bagi anak sekolah dari konsorsium SUS.
Jika program ini terus berjalan tentunya harapan konsorsium untuk mencegah banyaknya siswa putus sekolah karena faktor ekonomi bisa dikurangi. “Daripada naik becak bayar Rp 3.000 kalau naik sepeda bisa lebih hemat,” ujar Nur Yanitavia, siswa SMP 3 Sidoarjo yang kemarin ikut menerima sepeda. rey
Sumber: Surya, 2 Februari 2009
|
Komentar elfiah | 10 Mar 2009 09:04 pm
Gimana ya caranya supaya SUS ada dikota Pontianak disekitar saya banyak sekali anak yang membutuhkan
Komentar Nastopo | 25 Mar 2009 08:48 pm
Wah saya sangat mendukung kegiatan seperti ini..
Komentar parts | 25 Mar 2009 08:50 pm
Komentar ekhsan | 07 Jun 2009 01:56 pm
wah aku suka program kayak gini...btw gimana supaya SUS juga bisa ke pasuruan..soalnya di pasuruan juga lumayan banyak pelajar yg butuh sepeda untuk berangkat sekolah...thnks uda di beri kesempatan ngisi komentar...salam hangat buat SUS
| |